Salinomycin merupakan antibiotik polieter kelompok ionofor yang memiliki aktivitas antikoksidia terhadap Eimeria acervulina, E. maxima, E. necatrix, E. mivati, E. tenella, E. brunett pada unggas, serta pada hewan ternak lain seperti E. meleagridis, E. meleagrimitis, dan E. Bovis. Aktivitas biologik Salinomycin terletak pada kemampuan membentuk kompleks lipofilik dengan kation monovalen (ion alkaline K+, Na+, Rb+). Hal ini menyebabkan membran sel koksidia pada parasit dapat terganggu dan efek antikoksidia dapat tercapai. Salinomycin juga mengganggu kematangan skizon dan perkembangan merozoit.