Halquinol merupakan sediaan antimikrobial non-antibiotik yang memiliki aktivitas antibakteri, antiprotozoa dan antifungi pada saluran pencernaan. Sifat non-antibiotik ini menjadikan halquinol termasuk dalam sediaan antimikrobial yang tidak memiliki daya resistensi. Mekanisme kerja halquinol dalam melawan agen-agen patogen adalah dengan mengganggu respirasi membran sitoplasma patogen dan fungi. Halquinol juga bekerja langsung pada otot polos saluran gastrointestinal yang akan menekan aktivitas peristaltik intestinal, hal ini akan menyebabkan perjalanan makanan melalui usus menjadi lebih lama. Dengan demikian, penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal. Penurunan gerakan peristaltik intestinal ini juga akan menurunkan tingkat kejadian diare pada unggas dan babi. Pada unggas, senyawa halquinol dimanfaatkan untuk mengatasi kondisi malabsorbsi akibat Necrotic enteritis.